EMANSIPASI: Surat-surat kepada Bangsanya 1899-1904

EMANSIPASI: Surat-surat kepada Bangsanya 1899-1904
Kode Produk: Gender dan Feminisme
Point Reward: 0
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp125.000,00 Rp112.500,00
Tanpa Pajak: Rp112.500,00
Jml:  Beli
   - ATAU -   
RA Kartini
EMANSIPASI:
Surat-surat kepada Bangsanya 1899-1904
 
Penerbit Jalasutra
Cetakan I, 2014
xxviii + 580 hlm; 15 x 23 cm
ISBN: 978-602-8252-96-6
 
 
Saya ingin sekali berkenalan dengan seorang "gadis modern", yang berani, yang dapat berdiri sendiri, yang menarik hati saya sepenuhnya, yang menempuh jalan hidupnya dengan langkah cepat, tegap, riang dan gembira, penuh semangat dan keasyikan, gadis yang selalu bekerja tidak hanya untuk kepentingan dan kebahagiaan dirinya sendiri saja, tetapi juga berjuang untuk masyarakat luas, bekerja demi kebahagiaan sesama manusia. Hati saya menyala-nyala karena semangat yang menggelora akan zaman baru ...
 
Sudah sejak saya masih kanak-kanak, ketika kata "emansipasi" belum ada bunyinya, belum ada artinya bagi telinga saya, dan tulisan serta karangan mengenai hal itu jauh dari jangkauan saya, timbul dalam diri saya keinginan yang makin lama menjadi makin kuat yaitu keinginan akan kebebasan, kemerdekaan, berdiri sendiri. Keadaan yang berlangsung di sekeliling saya, yang mematahkan hati saya dan membuat saya menangis karena sedih yang tak terhingga, membangunkan kembali keinginan itu.
 
 
Pengantar Penerjemah
 
Buku ini adalah terjemahan dari buku Door Duisternis Tot Licht yang merupakan kumpulan surat R.A. Kartini kepada temantemannya terutama orang-orang Belanda. Kumpulan surat ini pertama kali diterbitkan oleh Mr. J.H. Abendanon pada tahun 1911.
 
Semula yang akan dipakai untuk terjemahan ini buku cetakan yang kelima2, cetakan terbaru, tetapi karena rencana penerbitan ulang tersebut mengalami keterlambatan sehubungan dengan sesuatu hal, maka diputuskan menerjemahkan buku cetakan keempat3. Sementara itu cetakan kelima terbit dengan memuat surat-surat baru dan bagian-bagian surat yang melengkapi suratsurat yang telah ada dalam cetakan keempat. Semua surat baru ini diterjemahkan dan disusun berurutan menurut tanggalnya di antara surat-surat yang telah ada yang disusun berurutan juga.
 
Di beberapa surat terdapat bagian-bagian yang sama, karena surat-surat itu ditujukan kepada beberapa orang. Bagianbagian yang sama itu menunjukkan kegembiraan, keprihatinan dan perhatian besar Kartini terhadap persoalan yang diulangulang. Karena itu semua surat diterjemahkan lengkap. Dengan demikian lebih mudahlah dapat diikuti apa yang dengan gigih diperjuangkan atau ingin dilaksanakan Kartini. Dan dengan demikian, dapat pula diikuti perkembangan jiwa seorang gadis berumur 20 tahun yang mulai mencurahkan pikirannya tentang bangsanya dan untuk bangsanya itu sampai dia menjadi seorang ibu pada usia 25 tahun.
 
Di samping surat-surat Kartini, dalam terjemahan ini disertakan lampiran-lampiran untuk menambah pengertian yang lebih jelas mengenai beberapa peristiwa dalam surat-surat itu. Terjemahan kumpulan surat ini diberi judul yang berbeda dari judul asli “Door Duisternis Tot Licht” yang sudah dialihbahasakan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang memang sesuai dengan semangat zaman politik etis dulu, tetapi dirasakan tidak sesuai lagi untuk zaman sekarang. Bangsa Jawa dalam subjudulnya yang asli diganti dengan “bangsanya”, karena jika diteliti, walaupun Kartini hampir selalu menyebutkan bangsa “Jawa”, namun yang didambakan itu adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia juga.
 
Dalam terjemahan ini nama-nama orang ditulis menurut ejaan aslinya atas dasar pertimbangan bahwa nama itu merupakan milik pribadi, sedangkan ejaan nama kota dan lain-lainnya telah disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Nama “Betawi” dan “Hindia Belanda” tidak diganti untuk mempertahankan keaslian suasana pada masa itu. Nama majalah, buku dan lainlain yang terasa asing bagi pembaca sekarang diberi terjemahan harfiahnya di antara kurung untuk memberi gambaran tentang arti kata-kata itu.
 
Sebagian dari foto-foto yang dimuat kami peroleh dari “koleksi Kartini” KITLV (Koninklijk Institut voor Taal -, Land – en Volkenkunde) Leiden, sebagian lagi merupakan reproduksi dari Door Duisternis Tot Licht dan Meer Licht over Kartini, salah satu di antaranya, reproduksi dari harian Kompas dengan izin dari ibu R.A. Soesalit (Menantu R.A. Kartini) dan sebagian lagi adalah pengambilan kami sendiri dalam kunjungan ke kecamatan Mayong, kabupaten Jepara dan Rembang.
 
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada kementerian Cultuur Recreatie en Maatschappelijk Werk di Den Haag, yang atas saran Drs. Rob Nieuwenhuys dan melalui Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta melimpahkan kepercayaan kepada kami untuk menerjemahkan kumpulan surat Kartini yang merupakan dokumentasi penting bagi bangsa Indonesia pada umumnya, kaum perempuan pada khususnya.
 
Selanjutnya kepada Bapak Drs. Rob Nieuwenhuys sendiri kami sampaikan terimakasih yang tak terhingga atas bantuannya berupa buku “Door Duisternis Tot Licht” cetakan kedua dan keempat (surat-suratnya sama, hanya kata pengantar cetakan keempat lebih luas), artikel-artikel, saran-saran dan nasihat yang sangat berharga serta bahan riwayat hidup sebagian besar sahabat-sahabat pena Kartini.
 
Materi pendukung lain guna lebih memudahkan terjemahan ini dilengkapi oleh anggota staf “Documentatie Geschiedenis Indonesie” dari Koninklijk Instituut voor Taal –, Land – en Volkenkunde di Leiden: Drs. F.G.P. Jaquet, Nona D. Buur dan Nyonya L Manuputty-Tentua. Dari mereka kami menerima fotokopi artikel dan buku-buku antara lain Hilda van Suylenburg (C. Goekoop De Jong Van Beek En Donk), Raden Adjeng Kartini (M. Vierhout), Kartini (Marie C. Van Zeggelen) di samping fotofoto dari “koleksi Kartini” dan buku “Door Duisternis Tot Licht” cetakan terbaru.
 
Prof. Dr. A.J. Bernet Kempers menambahkan materi “Meer Licht over KARTINI” (Dr.H. Bouman)dan beberapa artikel dari surat kabar. Dr. H. Bouman membantu dengan riwayat hidup Stella Zeehandelaar. Dr. H.B. Jassin memberi saran dan nasihat yang sangat berguna.
 
Kepada beliau-beliau yang namanya tercantum di atas, kepada para pejabat kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara dan Rembang dan kepada siapapun atau semua pihak dan instansi yang telah memberi bantuan guna melancarkan pelaksanaan terjemahan ini kami sampaikan penghargaan yang setinggitingginya.[]
 
Sulastin Sutrisno
 
Daftar Isi
Daftar isi v
Pengantar Penerjemah xi
Kata Pengantar Katrin Bandel:
Kartini, Manusia Hibrid xv
1. Jepara, 25 Mei 1899 (Nona E.H. Zeehandelaar) 1
2. 18 Agustus 1899 (Nona E.H. Zeehandelaar) 11
3. 6 November 1899 (Nona E.H. Zeehandelaar) 17
4. November 1899 (Nyonya M.C.E Ovink-Soer) 27
5. 12 Januari 1900 (Nona E.H. Zeehandelaar) 32
6. Awal tahun 1900 (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 51
7. 13 Agustus 1900 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 55
8. Agustus 1900 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 58
9. Agustus 1900 (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 78
10. 23 Agustus 1900 (Nona E.H. Zeehandelaar) 83
11. Agustus 1900 (Nona M.C.E. Ovink-Soer) 101
12. 7 Oktober 1900 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 106
13. 13 Oktober 1900 (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 108
14. 1 November 1900 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 112
15. 2 November 1990 (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 114
16. 9 Januari 1901 (Nona E.H. Zeehandelaar) 116
17. 21 Januari 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 120
18. 31 Januari 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 123
19. 19 Maret 1901 (Tuan Dr. N. Adriani) 124
20. 20 Mei 1901 (Nyonya E.H. Zeehandelar) 128
21. 10 Juni 1901 (Tuan Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya di Jena) 134
22. 6 Juni 1901 (Nyonya H.G. de Booij-Boissevain) 141
23. 12 Juli 1901 (Tuan De Booij) 143
24. 1 Agustus 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 146
25. 8-9 Agustus 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 148
26. 10 Agustus 1901 (Tuan Dr. N. Adriani) 153
27. 19 Agustus 1901 (Nyonya H.G. de Booij-Boissevain) 158
28. Agustus 1901 (Nyonya N. van Kol) 163
29. 4 September 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 170
30. 30 September 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 173
31. 11 Oktober 1901 (Nona E.H. Zeehandelaar) 176
32. 18 Oktober 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 194
33. 20 November 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 196
34. 29 November 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 198
35. 31 Desember 1901 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 208
36. 3 Januari 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 214
37. 15 Februari 1902 (Nona E.H. Zeehandelaar) 218
38. 18 Februari 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 222
39. 28 Februari 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 226
40. 5 Maret 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 228
41. 14 Maret 1902 (Nona E.H. Zeehandelaar) 232
42. 21 Maret 1902 (Nyonya H.G de Booij-Boissevain) 238
43. 27 Maret 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 256
44. 8 April 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 259
45. 27 April 1902 (Nyonya N. van Kol) 262
46. 30 April 1902 (Tuan H.H. van Kol) 264
47. 1902 (Nyonya N. van Kol) 266
48. 17 Mei 1902 (Nona E.H. Zeehandelaar) 268
49. 26 Mei 1902 (Nyonya H.G de Booiji-Boissevain) 280
50. 10 Juni 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 286
51. 17 Juni 1902 (Nyonya H.G. de Booij-Boissevain) 291
52. 21 Juni 1902 (Tuan H.H. van Kol) 294
53. 12 Juli 1902 (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 297
54. 15 Juli 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 304
55. Juli 1902 (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 308
56. 21 Juli 1902 (Nyonya N. Van Kol) 309
57. 28 Juli 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 321
58. Agustus 1902 (Tuan E.C. Abendanon) 322
59. 10 Agustus 1902 (Tuan H.H. van Kol) 323
60. 15 Agustus 1902 (Nona E.H. Zeehandelaar) 325
61. 15 Agustus 1902 (Tuan E.C. Abendanon) 329
62. 17 Agustus 1902 (Tuan E.C. Abendanon) 334
63. 20 Agustus 1902 (Nyonya N. van Kol) 344
64. 2 September 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 354
65. September 1902(?) (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 358
66. September 1902 359
67. 15 September 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 360
68. 22 September 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 365
69. 24 September 1902 (Tuan Dr. N. Adriani) 367
70. 4 Oktober 1902 (Tuan Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya) 373
71. 11 Oktober 1902 (Nona E.H. Zeehandelaar) 381
72. 12 Oktober 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 385
73. 27 Oktober 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 388
74. 21 November 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 398
75. 21 November 1902 (Tuan E.C. Abendanon) 399
76. 12 Desember 1902 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 403
77. Jepara, 20 Desember 1902 (Nyonya N. Niermeijer-Sibmacher Wijnen, Amsterdam, 70 Weteringschans) 409
78. 25 Desember 1902 (N.v.Z) 410
79. 3 Januari 1903 (Tuan H.H. van Kol) 412
80. 3 Januari 1903 (Tuan dan Nyonya van Kol) 415
81. 14 Januari 1903 (Tuan Mr. J.H. Abendanon) 417
82. 17 Januari 1903 (Nyonya N. van Kol) 419
83. 17 Januari 1903 (Nyonya N. van Kol) 420
84. 25 Januari 1903 (Tuan Mr. J.H. Abendanon) 421
85. 27 Januari 1903 (Tuan E. C. Abendanon) 423
86. 31 Januari 1903 (Tuan E.C. Abendanon) 428
87. 1 Februari 1903 (Tuan Mr. J.H. Abendanon) 433
88. 4 Maret 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 438
89. 9 Maret 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 439
90. 21 Maret 1903 (Nyonya N. van Kol) 442
91. Bouman halaman 57/58 443
92. 19 April 1903 (Tuan Mr. J.H. Abendanon) 445
93. 25 April 1903 (Nona E.H. Zeehandelaar) 446
94. 14 Mei 1903 (Tuan Mr. J.H. Abendanon) 451
95. 7 Juni 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 452
96. 27 Juni 1903 (Tn Dr. N. Adriani) 455
97. 4 Juli 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 458
98. 5 Juli 1903 (Tuan Dr. N. Adriani) 462
99. 7 Juli 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 467
100. 24 Juli 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 468
101. 1 Agustus 1903 (Nyonya N. van Kol) 471
102. 1 Agustus 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 472
103. 8 Agustus 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 476
104. 1903 (Nyonya M.C.E. Ovink-Soer) 479
105. Jepara 24 Agustus 1903 (Kepada Pemerintah) 482
106. 25 Agustus 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 484
107. 19 Oktober 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 489
108. 3 November 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 490
109. 7 November 1903 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 492
110. Rembang, 11 Desember 1903 (Tuan Mr. J.H.Abendanon dan Nyonya) 493
111. 16 Desember (Lanjutan) 497
112. Rembang, 6 Maret 1904 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 500
113. Rembang, 10 April 1904 (Tuan Prof. Dr. G.K. Anton dan Nyonya di Jena) 501
114. Rembang, 8 Juni 1904 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 504
115. Rembang, 30 Juni 1904 (Nyonya R.M. Abendanon-Mandri) 507
116. Rembang, 17 Juli 1904 (Nyonya. R.M. Abendanon-Mandri) 508
117. Rembang, 10 Agustus 1904 (Nyonya R.M.Abendanon-Mandri) 510
118. Rembang, 24 Agustus 1904 (Nyonya R.M.Abendanon-Mandri) 512
119. Rembang, 7 September 1904 (Nyonya R.M.Abendanon-Mandri) 513
Foto-foto 517
Pikiran yang Dikutip dari Surat-surat yang Tidak Diumumkan 527
• Kepada Kawan-kawan Kami 529
• “Berilah Orang Jawa Pendidikan!” 532
• Nota R.A. Kartini Kepada Pemerintah: 555
Lampiran 569
Sahabat Pena Kartini 573

 

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Bestsellers
Pesan, Tanda, dan Makna
Rp120.010,00 Rp108.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Elemen-elemen Semiologi
Rp58.010,00 Rp52.209,00
Berdasarkan pada 1 review.
Feminist Thought
Rp130.010,00 Rp117.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Dominasi Maskulin
Rp56.010,00 Rp50.409,00
Catatan Harian Anne Frank
Rp81.020,00 Rp72.918,00
Imaji/Musik/Teks
Rp67.010,00 Rp60.309,00
Jalasutra © 2017 - Designed By Yoocart
View Mobile / Standard