The Kreutzer Sonata

The Kreutzer Sonata
Kode Produk: Sastra
Point Reward: 0
Ketersediaan: Out Of Stock
Harga: Rp42.020,00 Rp35.717,00
Tanpa Pajak: Rp35.717,00
Jml:  Beli
   - ATAU -   
 
 The Kreutzer Sonata
Penulis : Leo Tolstoy
Cetakan : I, 2009
Tebal : 160 halaman
Ukuran : 12 x 19 cm
ISBN : 978-602-8252-23-2
 
Deskripsi:

Siapa yang berkuasa: lelaki atau perempuan? Pertanyaan ini sama bangkanya dengan pertanyaan mana yang lebih utama: lelaki atau perempuan? Bagi masyarakat awam, pertanyaan itu sudah terjawab secara kultural. Bahkan dalam bahasa agama, klaim lelaki lebih berkuasa ketimbang perempuan menjadi begitu dominan. “Hawa, perempuan tercipta dari rusuk Adam.”, sergah pedagang tua dalam novela ini.

Tapi benarkah demikian? Posdnicheff, tokoh dalam novela yang Anda pegang ini menunjukkan fakta berbeda: perempuan menguasai lelaki dengan pakaian dan segala asesoris mereka yang menggugah hasrat seksual lelaki.  Secara kasat mata, perempuan memposisikan diri sebagai objek yang dinikmati lelaki; lelaki yang memilih perempuan. Namun tanpa disadari, lelaki telah terjebak. Berhenti di titik ini, perempuanlah yang memilih lelaki; berkuasa atas lelaki.

Perdebatan yang berlangsung di kereta itu jadi sepanas teh yang mereka minum bersama. Hingga Posdnicheff berkisah, untuk menanggulangi segala kekalahan lelaki, ia menuntaskan nyawa istrinya di ujung belati, sesaat setelah perempuan itu memainkan bait-bait The Kreutzer Sonata milik Bethoven dengan biolanya. Tragis!

Setragis kisah yang dituturkan, kali pertama terbit pada 1889, novela ini langsung kena cekal pemerintah Soviet. Tapi beberapa catatan dari novela ini berhasil keluar. Saat di dikenal dunia, barulah terasa betapa besar pengaruh novelia ini, hingga menginspirasi delapan film (terakhir 2008), beberapa musik, pementasan, lukisan, tari balet dari Rusia, Eropa, Amerika, dan Asia.

Sebagaimana sastra yang menyuarakan jamannya: novela ini menggambarkan pertarungan kaum tua dan kaum muda; antara mereka yang menjunjung tinggi nilai pernikahan dan mereka yang menganggap pernikahan sebagai prostitusi jangka panjang; antara kekangan dan kebebasan; penindasan dan perjuangan. Dan Tolstoy adalah perekam terbesar pada jamannya.

 

TENTANG PENULIS

LEO TOLSTOY (1828-1910) dikenal sebagai sastrawan Rusia terbesar yang berpengaruh luas dalam peta sastra dunia. Ia juga seorang pemikir sosial dan moral terkemuka pada masanya. Karya-karyanya yang bercorak realis dan bernuansa religius sarat dengan perenungan moral dan filsafat. Gagasan-gagasannya yang kontroversial dan tidak lazim di masa itu seringkali membuatnya dicap sebagai anarkis oleh kaum puritan.

Tolstoy, putra seorang ningrat tuan tanah di pedesaan Rusia, lahir 9 September 1828 di Yasnaya Polyana, sebelah selatan Moskow. Ia yatim piatu pada usia 9 tahun dan dibesarkan oleh kerabatnya. Tolstoy kemudian dididik oleh guru-guru privat berkebangsaan Jerman dan Prancis. Pada usia 16 tahun ia masuk Universitas Kazan, pada mulanya untuk belajar bahasa, kemudian mengambil kuliah ilmu hukum. Terpengaruh oleh filsuf Prancis Jean Jacques Rousseau, ia menjadi tidak puas dengan pendidikan formal dan pada 1847 memutuskan untuk keluar dari universitas tanpa meraih gelar akademis.

Pada 1851, Tolstoy bergabung dengan abangnya di Kaukasus dan masuk dalam dinas ketentaraan di sana. Di sela-sela pertempuran dengan suku-suku perbukitan, ia menyelesaikan sebuah novel autobiografis, Childhood (1852) yang kemudian diikuti oleh lanjutannya, Boyhood (1854) dan Youth (1856). Ia kembali ke Saint Petersburg di tahun 1856 dan menjadi tertarik pada pendidikan kaum petani. Ia sempat berkunjung ke Prancis dan Jerman untuk melakukan studi banding terhadap sekolah-sekolah yang ada di sana. Kemudian, ia mendirikan sebuah sekolah desa di Yasnaya Polyana dengan metode pengajaran yang terbilang progresif pada saat itu.

Pada 1862, Tolstoy menikahi Sonya Andreyevna Bers yang kemudian dikenal sebagai Sofia Tolstoy, seorang gadis yang 16 tahun lebih muda. Sofia berasal dari kalangan terkemuka di Moskow. Dalam lima belas tahun berikutnya, ia mendirikan sebuah keluarga besar, mengelola tanah pertanian dan sekolah desanya, serta menulis dua novel besar yang dikenang dunia, War and Peace (1863) dan Anna Karenina (1873).

Pada usia 82 tahun, didorong rasa tersiksa oleh kesenjangan antara ajaran-ajarannya dengan kemakmuran hidup keluarganya dan pertengkaran tak berkesudahan dengan istrinya yang menolak keinginannya untuk menghibahkan kekayaannya bagi pendidikan kaum petani, Tolstoy meninggalkan rumahnya pada suatu malam. Ia jatuh sakit tiga hari kemudian dan wafat pada suatu hari di bulan November 1910 di sebuah stasiun kereta api.

Semasa hidupnya ada sebuah anekdot yang melukiskan betapa besar pengaruh Tolstoy bagi rakyat sebangsanya, yakni bahwa ada tiga hal yang paling penting di Rusia saat itu: Gereja Katolik, Tsar, dan Leo Tolstoy. Dalam kumpulan esainya, Confession (1882), Tolstoy menggambarkan keyakinan spiritualnya pada dua hal utama: cinta bagi seluruh umat manusia dan perlawanan tak kunjung usai terhadap kejahatan.[]

 

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Bestsellers
Pesan, Tanda, dan Makna
Rp120.010,00 Rp108.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Elemen-elemen Semiologi
Rp58.010,00 Rp52.209,00
Berdasarkan pada 1 review.
Feminist Thought
Rp130.010,00 Rp117.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Dominasi Maskulin
Rp56.010,00 Rp50.409,00
Catatan Harian Anne Frank
Rp99.000,00 Rp72.918,00
Imaji/Musik/Teks
Rp67.010,00 Rp60.309,00
Jalasutra © 2017 - Designed By Yoocart
View Mobile / Standard