Budaya, Media, Bahasa

Budaya, Media, Bahasa
Kode Produk: Cultural Studies
Point Reward: 0
Ketersediaan: Out Of Stock
Harga: Rp115.010,00 Rp103.509,00
Tanpa Pajak: Rp103.509,00
Jml:  Beli
   - ATAU -   
 
Budaya, Media, Bahasa - Teks Utama Pencanang Cultural Studies, 1972-1979
Penulis  : Stuart Hall, Dorothy Hobson,  Andrew Lowe dan Paul Wills (ed.)
Cetakan  : Desember 2011
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebalan : xvi + 472 hlm 
ISBN  : 978-602-8252-52-2
 
 
Deskripsi:

Sinopsis

Cultural Studies bukanlah sebuah 'disiplin', melainkan bidang kajian tempat pelbagai disiplin berbeda bersinggungan dalam mengkaji aspek-aspek budaya masyarakat. Kompleksitas pelbagai disiplin tertentu yang terlibat, serta pelbagai jenis penelitian yang diadopsi, tentu saja berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Buku ini, yang didasarkan pada karya Birmingham Centre, merefleksikan satu kecenderungan tertentu dengan menyeleksi artikel-artikel penting dari 9 (sembilan) terbitan pertama jurnal Centre for Contemporary Cultural Studies (CCCS), yaitu Working Paper in Cultural Studies (WPSC).

Buku ini dibagi ke dalam empat bagian utama. Bagian tersebut berkenaan dengan karya etnografis, kajian media, kajian bahasa, dan kajian bahasa Inggris. Masing-masing memiliki bagian tinjauan umum yang bersifat pengantar, yang memetakan pelbagai minat dan arah yang berubah-ubah dalam bidang ini. Lalu, diikuti dengan pilihan intisari yang terutama diambil dari pelbagai artikel jurnal, tesis, atau makalah yang diterbitkan.

Tiap-tiap bagian mempertahankan problematika berbeda yang menopang karya CCCS di pelbagai bidang ini pada tahapan-tahapan berbeda, dengan ragam pendekatan yang berbeda, yang telah menjadi ciri pendekatan CCCS secara keseluruhan. Mereka yang sedang bekerja dalam Cultural Studies, akan menemukan dalam buku ini sesuatu yang instruktif, baik secara substantif dalam bidang-bidang tercakup maupun secara umum dalam kaitannya dengan bahaya dan risiko yang menyertai suatu proyek intelektual dan intervensi semacam ini.

Ketika karya yang definitif semacam itu bisa dituliskan, karya tersebut secara kreatif akan menggunakan pelbagai pengalaman lebih luas daripada yang bisa kita ikhtisarkan dalam buku ini serta akan menuntut pengerahan kekuatan dan sumber daya intelektual yang melampaui kapasitas Birmingham Centre. Hal tersebut akan merefleksikan perbedaan dan keanekaragaman yang relevan ketimbang kesatuan palsu yang terkadang dituduhkan kepada Cultural Studies.

 

Daftar Isi ~ vii

Prakata ~ ix

Bagian Satu  Pengantar

1. Cultural Studies dan Centre: Beberapa Problematik dan Permasalahan — Stuart Hall ~ 3

2. Barrington Moore, Perry Anderson, dan Perkembangan Sosial Inggris — Richard Johnson ~ 71

Bagian Dua Etnografi

3. Pengantar pada Etnografi di Centre — Roger Grimshaw, Dorothy Hobson, Paul Willis ~ 115

4. Konflik Subkultur danKomunitas Kelas Pekerja — Phil Cohen ~ 123

5. Catatan tentang Metode — Paul Willis ~ 141

6. Perkemahan Pramuka Taman Hijau — Roger Greenshaw ~ 157

7. Ibu Rumah Tangga dan Media Massa — Dorothy Hobson ~ 173

Bagian Tiga Kajian Media

8. Pengantar pada Kajian Media di Centre — Stuart Hall ~ 193

9. Dimensi Ideologis Pesan-pesan Media — Marina Camargo Heck ~ 203

10. Enkoding/Dekoding — Stuart Hall ~ 213

11. Berita Televisi dan Kontrak Sosial Ian Connell ~ 233

12. Perkembangan dalam Teori Bahasa dan Ideologi: Sebuah Catatan Kritis — Stuart Hall ~ 265

13. Teks, Pembaca, Subjek—Dave Morley ~ 275

Bagian Empat Bahasa

14. Pengantar Kajian Bahasa di Centre — Chris Weedon, Andrew Tolson, Frank Mort ~ 297

15. Ideologi dan Subjektivitas — John Ellis ~ 311

16. Teori Bahasa dan Subjektivitas — Chris Weedon, Andrew Tolson, Frank Mort ~ 325

17. Seksualitas Untuk Dijual — Janice Winship~ 363

 

Bagian Lima Kajian Bahasa Inggris

18. Kesusastraan/Masyarakat: Memetakan Bidang — Kelompok Kesusastraan dan Masyarakat, 1972-1973 ~ 379

19. Perkembangan Terakhir Kajian Bahasa Inggris di Centre — Kelompok Studi Bahasa Inggris, 1978-1979 ~ 393

20. Panduan Pilihan kepada Bacaan dan Kontak Lebih Lanjut ~ 451

Indeks ~ 461

 

PRAKATA

Centre for Cultural Studies adalah pusat penelitian pascasarjana di Universitas Birmingham; staf dan para mahasiswanya melakukan penelitian dan penerbitan dalam bidang Cultural Studies.1 Centre tersebut didirikan tahun 1964 di bawah masa jabatan Direktur Richard Hoggart, profesor Sastra Inggris Modern pada waktu itu. Tujuannya adalah untuk membuka penelitian dalam bidang budaya dan masyarakat kontemporer, yakni, pelbagai bentuk budaya, praktik, dan institusi budaya, bagaimana hubungan semua itu dengan masyarakat dan perubahan sosial. Inspirasi utama di balik pembentukannya adalah karya yang telah dikerjakan Richard Hoggart dalam The Uses of Literacy—kajian pelopor, diterbitkan pada pertengahan 1950-an, yang menawarkan analisis tentang bagaimana pelbagai perkembangan akhir-akhir ini tengah mentransformasi dan memberi bentuk baru pada budaya kelas pekerja ‘tradisional’.2 Centre dimaksudkan untuk memberikan dasar bagi analisis serius atas pelbagai persoalan ini, dalam konteks perguruan tinggi, dan dalam suatu pusat yang, terutama sekali, dicurahkan untuk penelitian pascasarjana. Pada 1968, Richard Hoggart meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi Asisten Direktur Jenderal di Unesco, dan antara 1968 sampai 1979, Stuart Hall menjadi direkturnya.

Centre telah banyak berkembang sejak masa-masa awal itu. Kini Centre (1980–penerj.) terdiri dari tiga anggota staf, dua rekanan mahasiswa penelitian tingkat doktoral yang mengerjakan proyek khusus didanai, dan 40 lebih mahasiswa penelitian pascasarjana. Centre telah meninggalkan tempat asalnya yang disediakan dalam Jurusan Bahasa Inggris, dan telah memperoleh reputasinya sendiri dalam bidang tersebut berdasarkan program kerja intelektual, penelitian, dan penerbitan independen.3 Lebih kurang sejalan dengan pertumbuhannya—meskipun sama sekali bukan sebagai dampak eksklusif kerjanya—pelbagai program studi di bawah rubrik ‘Cultural Studies’ telah diresmikan secara luas di pelbagai sektor pendidikan lainnya.4 Hal ini mengarah pada dibukanya program riset dan rangkaian mata kuliah Cultural Studies serta perluasan unsur Cultural Studies ke dalam beragam mata kuliah dan disiplin.

Raison d’etre buku kumpulan esai ini, yang diambil dari karya Centre hingga 1979, bukanlah semata merefleksikan karya Centre di sekitar tahun-tahun ini, tetapi juga ditujukan untuk, dan semoga bisa membantu, upaya terus-menerus dalam menjelaskan bidang studi yang baru muncul ini. Bagaimanapun, Cultural Studies bukanlah sebuah ‘disiplin’, melainkan bidang kajian tempat pelbagai disiplin berbeda bersinggungan dalam mengkaji aspek-aspek budaya masyarakat. Kompleksitas pelbagai disiplin tertentu yang terlibat, serta pelbagai jenis penelitian yang diadopsi, tentu saja berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Buku ini, yang didasarkan pada karya Birmingham Centre, hanya merefleksikan satu kecenderungan tertentu. Sekalipun secara umum ditargetkan untuk mendukung dan menyokong inisiatif ini, sama sekali tidak ada niat bahwa buku ini hendaknya secara kaku membubuhi bidang tersebut dengan perhatian-perhatian khusus yang dimiliki Centre. Kami berharap bahwa ‘keterbukaan’ pendekatan kami ini terefleksikan dalam pelbagai pilihan yang tersedia berikutnya, serta bahwa para pembaca dan pemakai buku ini akan mengingat penegasan ini seiring mereka membacanya.

Pilihan artikel-artikel dalam buku ini diambil dari 9 terbitan pertama jurnal Centre, yaitu Working Paper in Cultural Studies (WPSC), dari daftar Makalah Stensilan yang dimiliki Centre, dan dari beberapa karya yang lebih belakangan.5 Kini terbitan awal jurnal tersebut kesemuanya telah habis terjual. Jurnal itu sendiri telah ditampung dalam serangkaian buku CCCA/Hutchinson dan kini muncul sebagai ‘Special Number’ tahunan, bersama dengan buku lainnya.6 Meski demikian, untuk sekian lama beberapa artikel dan isu lebih awal tersebut telah menjadi ‘barang-barang kolektor’. Namun, perintisan jurnal itu merupakan momen penting dalam perkembangan Centre, dan terbitan awalnya menggambarkan banyak tema dan topik kunci dalam fase pembentukan Cultural Studies. Jadi kami menanggapi secara positif usulan Hutchinson bahwa hendaknya diupayakan ketersediaan pilihan sekian artikel, yang terutama sekali menggunakan pelbagai sumber karya lebih awal, sekalipun mencakup satu atau dua karya pada tiap bagian yang lebih mewakili karya kami belakangan ini. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dikemukakan, sebagai bentuk panduan pembaca, tentang bagaimana buku ini disusun. Pertama, buku ini tidak merefleksikan rangkaian penuh karya Centre. Misalnya, karya tentang posisi dan penindasan perempuan merupakan inti Special Number kedua yang telah diterbitkan dalam seri-seri baru kami, yaitu Women Take Issue. Karenanya, tema ini tidak diberi bagiannya sendiri di sini, meskipun dampak feminisme terefleksikan dalam beberapa kontribusi tulisan lebih belakangan yang diterbitkan dalam buku ini (lihat di bawah). Karya dalam bidang ‘subkultur’ telah terbit dalam WPCS 7/8, yang kemudian dicetak ulang sebagai Resistance Through Rituals. Namun buku ini terbit sekitar tiga atau empat tahun lalu. Di samping itu, ada perkembangan penting dalam karya di bidang subkultur ini, yang layak mendapat pengakuan. Penekanan ‘etnografis’ yang menjadi cirinya sejak dari awal tetap dipertahankan, namun fokusnya telah bergeser, pertama-tama, pada aspek-aspek formasi kaum muda yang lebih ‘diterima umum’ (kajian Roger Grimshaw tentang Gerakan Pramuka yang disarikan di sini merupakan sebuah contoh), dan kemudian pada institusi dan relasi yang lebih sentral (misalnya, karya baru-baru ini tentang transisi anak laki-laki dan gadis kelas pekerja dari sekolah ke kerja; karya tentang para pekerja kasar muda; serta, pekerjaan domestik dan upahan para perempuan). Secara menyeluruh hal ini telah mentransformasi perhatian sebelumnya yang lebih bersifat ‘subkultur’.7 Perkembangan ini tampaknya benar-benar memerlukan beberapa rujukan di sini (lihat bagian Etnografi). Basis yang terus tumbuh dalam karya pelbagai kajian Centre di bidang-bidang seperti pendidikan dan institusi pendidikan, keluarga, ras, etnis, aspek-aspek negara, bersamaan dengan perubahan arah kerja Centre ke arah minat-minat ‘historis’ yang lebih luas—analisis atas periode-periode tertentu, welfare state, karya tentang sejarah budaya serta tentang masalah sejarah dan teori—tidak diketengahkan secara substansial dalam halaman-halaman ini. Meski demikian, sebagian dari topik ini direncanakan sebagai tema utama dalam buku Centre yang kini dalam tahap persiapan atau akan segera terbit: misalnya, kumpulan esai sejarah tentang Working Class Culture yang telah terbit, dan buku tentang Unpopular Education, History and Theory serta Citizenship and the Welfare State, yang telah direncanakan atau diselesaikan dan akan diterbitkan dalam seri-seri Hutchinson.8

Pelbagai kekurangan ini memiliki tiga konsekuensi yang boleh diingat para pembaca. Pertama, kumpulan tulisan ini tidak secara akurat merefleksikan keluasan karya Centre saat ini. Kedua, buku ini menyusun sejumlah minat prioritas yang menjadi ciri karya Centre paling belakangan—terutama dari 1972, ketika jurnal itu dirintis, hingga sekitar 1978. Ketiga, buku ini memberi Cultural Studies penekanan pada analisis teks dan bentuk budaya—ketimbang pada praktik dan institusi—yang mengaburkan perkembangan berikutnya dan karenanya mungkin tampak mengikat Centre terlalu erat pada topik-topik diminati yang melahirkannya. Sekalipun tidak merepresentasikan penolakan sama sekali terhadap minat-minat lebih awal ini, pilihan tulisan ini hendaknya tidak dianggap menetapkan Cultural Studies dalam bingkai yang anakronistik. Pergeseran yang telah menghasilkan pelbagai jenis karya baru tersebut harus dipahami sebagai perkara esensial bagi definisi Cultural Studies sebagaimana diketengahkan di sini. Tahapan-tahapan berbeda dalam karya Centre secara lebih ekstensif ditunjukkan dan dibahas dalam Pengantar serta pengantar bagian di bawah.

Buku ini dibagi menjadi empat bagian utama. Bagian tersebut berkenaan dengan karya etnografis, kajian media, kajian bahasa, dan kajian Bahasa Inggris. Masing-masingnya memiliki bagian tinjauan umum yang bersifat pengantar, yang memetakan pelbagai minat dan arah yang berubah-ubah dalam bidang ini. Ini diikuti dengan pilihan intisari yang terutama diambil dari pelbagai artikel jurnal, tesis atau makalah yang diterbitkan, yang merefleksikan proyek dan karya seminar di sekitar periode 1972-1978. Belum ada upaya untuk memperbarui bagian tinjauan umum ini secara retrospektif atau menyesuaikan bagian tersebut dengan pemikiran saat ini. Dalam hal ini, ‘Working Papers’ dalam judul kita (judul asli edisi Inggris—ed.) merupakan panduan akurat pada praktik Centre yang ada sekarang juga pada bagaimana hasil-hasil praktik itu diketengahkan dalam buku ini. Pengecualiannya adalah Kajian Bahasa Inggris, yang, dengan mengesampingkan intisari ‘pemetaan bidang tersebut’ (dari jurnal awal, WPSC 4), telah direvisi secara meluas, khususnya untuk buku ini, dan terutama menampilkan karya saat ini. Untuk sementara, kajian sastra semacam itu tidak diikuti secara meluas di Centre. Hanya di waktu-waktu belakangan inilah kita bisa kembali menemukan basis serius untuk karya ini—basis yang, sembari menggunakan analisis teks, melepaskan diri dari tradisi praktik kritik sastra yang terlalu terikat teks, dan juga dengan kerangka teks-konteks dalam bidang yang disebut ‘sosiologi kesusastraan’, serta menempatkan kembali keduanya dalam analisis formasi sastra dan kesusastraan sebagai praktik kelembagaan.9 Oleh karena itu, dalam kasus ini tidak ada kumpulan karya yang berkelanjutan dari Centre yang bisa digunakan. Sebagaimana telah dikatakan, dimensi ‘historis’ karya Centre tentu saja tidak secara akurat terefleksikan dalam pilihan artikel ini. Namun, langkah ke bentuk karya yang lebih konkt dan historis—salah satu aspek paling penting dalam pemikiran Centre belakangan ini—secara ringkas ditunjukkan oleh artikel tinjauan umum Richard Johnson, yang menoleh ke belakang pada perdebatan Anderson/Tompson tentang ‘keunikan’ perkembangan historis Inggris Raya, yang membantu membuka fase historis ini dalam Centre.10 Dengan demikian, artikel ini merupakan bagian ‘pengantar’ kedua pada buku ini.

Dalam tiap-tiap bagian, kami telah mempertahankan problematik berbeda yang menopang karya kami di pelbagai bidang ini pada tahapan-tahapan berbeda. Belum ada upaya untuk memperbarui problematika tersebut dalam rangka pencarian posisi yang tegas atau ‘tepat’. Kami ingin menekankan sifat dasar karya yang secara niscaya bersifat terbuka dan sementara dalam suatu bidang kajian yang baru muncul serta baru berkembang seperti Cultural Studies. Kami juga ingin menegaskan ragam pendekatan, kesadaran untuk berkembang dari satu posisi ke posisi lainnya, yang telah menjadi ciri pendekatan kami secara keseluruhan. Kami telah mencoba, di tiap tahapnya, untuk seketat yang kami bisa, dalam batas-batas kemampuan kami, namun kami tidak berani untuk menawarkan kebenaran final dalam bidang-bidang ini. Di sini, ortodoksi, menurut pandangan kami, merupakan musuh bagi sains yang benar-benar ‘terbuka’. Persoalan lebih luas diisyaratkan di sini. Pelbagai kemajuan intelektual dan akademis dalam bidang-bidang yang memiliki sifat dasar serupa dengan bidang kami terkadang, di tahun-tahun belakangan ini, ditandai oleh sektarianisme akut, yang ditopang oleh sesuatu yang seringkali tampak sebagai pencarian palsu atas kebenaran ilmiah. Walaupun kami telah belajar banyak hal dari, dan juga diajari oleh, kemajuan ini, namun kami mencoba mengembangkan bidang-bidang tersebut dalam praktik intelektual berbeda.

Oleh karenanya, kami secara sadar telah mengambil strategi membiarkan perhentian dan permulaan kami, momen perkembangan kami, penantian waktu dan pengunduran diri, perubahan arah serta ‘permulaan baru’ kami, agar tampak seluruhnya sebagaimana kesemuanya itu terjadi secara aktual pada waktu itu. Oleh karenanya, para pembaca hendaknya tidak berharap akan mendapati di sini posisi teoretis yang konsisten, yang terbentang dari permulaan hingga akhir kesimpulannya yang disepakati: bahkan juga hendaknya tidak berharap menemukan sejumlah temuan yang tersatu padu. Jelaslah ini bukan sebuah buku teks mengenai Cultural Studies secara umum—yang merupakan tugas lebih besar dan lebih ambisius, yang tetap harus diusahakan. Tentunya kami berharap, ketika teks (atau teks-teks) semacam itu bisa dipersiapkan, bahwa upaya menjelaskan yang dicerminkan oleh makalah-makalah dalam buku ini akan terbukti menolong dan instruktif. Pada tataran yang kurang ambisius, kami berharap mereka yang sedang bekerja dalam Cultural Studies akan menemukan di sini sesuatu yang instruktif, baik secara substantif dalam bidang-bidang tercakup maupun secara umum dalam kaitannya dengan bahaya dan risiko yang menyertai suatu proyek intelektual dan intervensi semacam ini. Ketika karya yang definitif semacam itu bisa dituliskan, kami merasa yakin bahwa karya tersebut secara kreatif akan menggunakan pelbagai pengalaman lebih luas dari pada yang bisa kita ikhtisarkan di sini serta akan menuntut pengerahan kekuatan dan sumber daya intelektual yang melampaui kapasitas Birmingham Centre. Kami tahu, hal tersebut akan merefleksikan perbedaan dan keanekaragaman yang relevan ketimbang kesatuan palsu yang terkadang dituduhkan kepada Cultural Studies.

Buku ini secara keseluruhan diedit, atas nama Centre, oleh Kelompok Editorial yang terdiri dari Steve Baron, Michael Denning, Stuart Hall, Dorothy Hobson, Andy Lowe, dan Paul Willis. Bagian Etnografi diedit oleh Dorothy Hobson dan Paul Willis; bagian Media oleh Stuart Hall; bagian Bahasa oleh Andy Lowe; dan bagian Kajian Bahasa Inggris oleh Michael Denning. Steve Baron dan Andy Lowe bertanggung jawab atas kerja editorial artikel Richard Johnson. Uraian garis besar untuk Pengantar diberikan oleh Stuart Hall dan Andy Lowe dan secara ekstensif didiskusikan oleh Kelompok Editorial. Teks utama draft-nya disusun oleh Stuart Hall. Draft itu didiskusikan oleh Kelompok Editorial dan Centre secara keseluruhan serta secara substansial direvisi berdasarkan sudut pandang pelbagai saran yang diusulkan. Kami secara khusus berterima kasih pada Richard Johnson dan Michael Green atas komentar-komentar detailnya. Manakala dipandang layak, artikel dan intisari tertentu dinisbatkan kepada para penulis perorangan, sebagaimana pengantar bagian terkait. Chris Weedon, Andrew Tolson, dan Frank Mort bertanggung jawab atas bahan-bahan baru meluas yang tercakup dalam bagian Bahasa (dengan penyusunan draft tambahan oleh Andrew Lowe). Dengan pengecualian intisari pembuka—yang ditulis oleh Kelompok Kepustakaan sebelumnya di Centre, yang bertanggung jawab atas pengaturan WPCS 4—bagian Kajian Bahasa Inggris telah dipersiapkan, didiskusikan, dan ditulis secara kolektif oleh English Studies Group, 1978-1979 (termasuk Janet Batsleer, Rob Burkitt, Hazel Corby, Tony Davies, Michael Denning, Michael Green, Rebecca O`Rourke, Michael O`Shaughnessey, Roger Shannon, Stephen Shortus dan Michael Skovmand). [] 

 

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Bestsellers
Pesan, Tanda, dan Makna
Rp120.010,00 Rp108.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Elemen-elemen Semiologi
Rp58.010,00 Rp52.209,00
Berdasarkan pada 1 review.
Feminist Thought
Rp130.010,00 Rp117.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Dominasi Maskulin
Rp56.010,00 Rp50.409,00
Catatan Harian Anne Frank
Rp99.000,00 Rp72.918,00
Imaji/Musik/Teks
Rp67.010,00 Rp60.309,00
Jalasutra © 2017 - Designed By Yoocart
View Mobile / Standard