Jilbab Funky tapi Syari

Jilbab Funky tapi Syari
Kode Produk: Reliji
Point Reward: 0
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp24.000,00 Rp21.600,00
Tanpa Pajak: Rp21.600,00
Jml:  Beli
   - ATAU -   

Jilbab Funky tapi Syari

Shoumil Hadi

Penerbit Diwan

 

“Hari gene, masih pake jilbab?

Nggak gaul banget gitu loh…!”

Sekarang ini, banyak jilbabers yang menjadi minder mendengar ejekan atau cemoohan seperti itu. Banyak jilbabers takut dibilang kagak modis ‘n kagak gaul karena berjilbab. Sehingga, para jilbabers alias orang yang berjilbab sering ngerasa kurang PeDe dan malu kalo sedang ngumpul ama orang yang tidak berjilbab.

Kamu termasuk jilbabers yang suka minder? Terserah kamu dech…. Yang pasti, berjilbab atau tidak berjilbab bukan ukuran untuk dibilang gaul atau modis. Nggak percaya, baca aja buku ini!

 

DAFTAR ISI

 

Pengantar Penulis — 7

 

1. Pesona yang Mempesona — 13

     Pesona Kaum Hawa — 13

     Hijab; Penghalang Azab — 26

 

2. Era Gaul, Perempuan Gaul — 39

     Haru Biru Calon Ibu — 39

     Carut Marut Virus Akut — 53

 

3. Atas Jilbab, Bawah Lembab — 73

     Jilbab dan Jilbabers — 73

     Kenapa Lembab? — 77

     Jilbab Modis, Keren Abis! — 81

     Jilbab Gede, Bikin PeDe? — 89

     Jilbab Syar’i, Penyejuk Hati — 92

 

4. Agar Selalu Disayang Tuhan — 111

     Tutup Aurat, Mantapkan Niat — 111

     Berjilbab Dengan Akhlak — 115

     Percantik Diri, Bersihkan Hati — 121

 

Bahan Rujukan — 127

Tentang Penulis — 131

 

 

PENGANTAR PENULIS

 

Beribu ungkapan alhamdulillahirabbil’alamin saya panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan hidayah dan rahmat-Nya sehingga buku ini dapat terwujud. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah ke hadirat Nabi Agung Muhammad Rasulullah Saw.

Berangkat dari sebuah kenyataan, saya mengawali tulisan kecil ini. Ya. Sebuah kenyataan, betapa be­jibun­nya kaum hawa yang akhir-akhir ini lupa diri hanya karena ingin mengejar kesenangan dan kenik­matan duniawi. Mengejar tren terkini hanya untuk mencari sensasi. Menggadaikan harga diri hanya untuk menarik perhatian kaum laki-laki. Tak keting­galan pula diantara para jilbabers alias perempuan yang berjilbab. Tak sedikit dari mereka yang akhir-akhir ini telah merusak citra Islam, merusak “kesa­kralan” jilbab yang dikena­kannya sebagai “pelindung dan identitas” kaum perem­puan Islam.

Kini agama telah dikalahkan oleh budaya, dan hukum telah dikalahkan oleh hal-hal yang bersifat umum. Takut dibilang kampungan, yang berjilbab pun sering menyimpang dari aturan, keluar dari rel yang telah digariskan Tuhan. “Atas jilbab bawah lembab”, kepala bertudung jilbab, tapi tubuh sengaja dibiarkan menjadi pemandangan sedap. Kepala ditutup rapat, namun hobi pula pamer aurat. Yang atas diurus, namun yang bawah sengaja dibiarkan tak terurus dan dibiarkan berantakan. Na’uzubillahi min zalik!

Nah, cuma sampai di situ? Ternyata tidak! Seka­rang ini banyak pula di antara kaum perempuan yang menjadikan jilbab hanya sebagai hiasan dan peleng­kap kecantikan. Mengenakan jilbab hanya untuk tujuan keren-kerenan dan mencari-cari perhatian. Sehingga, jilbab pun harus menyesuaikan dengan pakaian lain yang dikenakan perempuan. Kalau pakaian bawahnya ketat, maka jilbab pun tak kalah ketatnya. Kalau pakaian bawahnya mini, maka jilbab pun tak kalah mininya. Kalau pakaian bawahnya funky, maka jilbab pun tak kalah funky-nya, dan begitu seterusnya.

Ya. Begitulah kira-kira cuplikan dari persoalan yang saya angkat dalam buku kecil ini. Saya tidak hanya bermaksud ingin menunjukkan “rapor” buruk kaum perempuan, khususnya yang berjilbab. Namun dalam buku ini, saya juga mencoba menawarkan sebuah solusi cantik agar para jilbabers yang melaku­kan “penyimpangan” segera kembali ke jalan yang benar.

Sekali lagi, saya tak bermaksud melecehkan, memojokkan ataupun bermaksud membuka “aib” perempuan. Sebagai seorang muslim, saya hanya merasa berkewajiban mengingatkan jika terjadi kelalai­an. Nah, kalau Anda masih penasaran, silahkan baca buku ini sampai kelar.

 

Yogyakarta, Ramadan 1426H

Sholichul Hadi

 

 

TENTANG PENULIS

 

Sholichul Hadi, lahir di kota kecil Pati, Jawa Tengah, tepatnya pada tanggal 23 Maret 1978. Sewaktu kecil hingga remaja ia tumbuh dan dibesarkan di ling­kungan pesantren juga di wilayah Pati, Jawa Tengah. Dan di situlah ia mulai menemukan dan mengenal makna Islam dari ayah-ibundanya, teman-teman dan para guru-gurunya.

Setelah lulus S1, ia pernah mencoba meng­abdikan diri dengan menjadi staf pengajar di beberapa Pergu­ruan Tinggi Swasta. Peraih dua kali juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dalam Bidang Ekonomi Islam ini (2001 & 2003), juga masih aktif menjadi salah satu pengurus dan pengelola Pesantren Mahasiswa Ekonomi Islam “Al-Musaahamah” di Yogyakarta.

Beberapa tulisan yang pernah diterbitkan antara lain: Pegadaian Syari’ah: Suatu Alternatif Sistem Pegadaian Nasional (Salemba Empat, 2002), Buktikan Cintamu, Nikahin Gue Donk! (Arina Publishing, 2004), Puaskan Nafsumu dengan Auratku (Arina Publishing, 2005), Atas Kerudung Bawah Warung (Arina Pub­lishing, 2005), Cinta Tak Sekadar Kata (Amor Book, 2005), Tuhan pun Ikut Bingung (Aura Publishing, 2005), Nikah Muda Sakit Jiwa (Diva Press, 2005), Yang Genit Yang Menggoda (Diva Press, 2005), Come Back from Future: Kembali Dari Masa Depan (Diva Press, 2005), dan masih banyak lagi karya lainnya.

Bagi yang ingin kenal lebih jauh dengan penulis, bisa melalui email: SCHD@plasa.com

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Bestsellers
Pesan, Tanda, dan Makna
Rp120.010,00 Rp108.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Elemen-elemen Semiologi
Rp58.010,00 Rp52.209,00
Berdasarkan pada 1 review.
Feminist Thought
Rp130.010,00 Rp117.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Dominasi Maskulin
Rp56.010,00 Rp50.409,00
Catatan Harian Anne Frank
Rp99.000,00 Rp72.918,00
Imaji/Musik/Teks
Rp67.010,00 Rp60.309,00
Jalasutra © 2017 - Designed By Yoocart
View Mobile / Standard