Cokelat

Cokelat
Kode Produk: Hobi
Point Reward: 0
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp26.000,00 Rp23.400,00
Tanpa Pajak: Rp23.400,00
Jml:  Beli
   - ATAU -   

Cokelat

Rayzan Ashidqi

Penerbit Ayyana

 

Hampir semua dari kita menyukai coklat. Untuk urusan jenis makanan yang satu ini, dari anak balita hingga usia dewasa pasti akan kecanduan, apalagi kalau dikasih gratis, bisa dipastikan akan berebutan.  Dari bentuk dan kemasannya yang menarik, coklat sudah membuat orang jadi penasaran untuk mencicipinya, dan rasanya yang manis agak cenderung pahit itu selalu saja membuat kita jadi ketagihan untuk terus-menerus menikmatinya.

Maka tak ayal lagi, pabrik-pabrik coklatpun saling berlomba-lomba untuk menarik perhatian konsumen. Iklan-iklan dengan gencar mempromosikan ber­bagai produk coklat dalam berbagai variasi, dari jenis produk minuman seperti milk chocolate, wafer coklat, permen, chunky bar, hingga es krim. Semuanya  dikemas dalam sajian yang seciamik mung­kin, kalau perlu juga mengontrak artis atau bintang yang tengah naik daun dengan bayaran yang mahal sekalipun. Intinya cuma satu, yaitu berusaha memikat konsumen agar mau membeli produk coklatnya, dan produsen akhirnya  bisa meraih keuntungan.

Kadang-kadang muncul juga hal yang bersifat kontroversi yaitu adanya mitos dan kepercayaan yang salah tentang coklat, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan. Dan parahnya, mitos tersebut sudah terlanjur mendarah daging dalam masyarakat. Misalnya, banyak orang yang sudah terlanjur percaya jika coklat bisa menyebabkan/memicu timbulnya jerawat dan memperparah sakit gigi. Lalu ada lagi orang yang mengatakan bahwa coklat bisa menyebabkan kenaikan kadar gula dalam darah, dan lain-lain.

Dalam buku ini akan dikupas segala hal tentang coklat. Tentang perkembangan dan sejarahnya sejak zaman peradaban Olmec Indian hingga zaman mo­dern. Juga penggunaan coklat sebagai obat di masa lalu yang ternyata juga bisa diaplikasikan untuk masa sekarang. Yang jelas semua itu telah melalui rangkaian proses penelitian dan studi yang sangat panjang serta dilakukan oleh para ahli dan ilmuwan besar.

Setelah membaca buku ini diharapkan kita tidak akan keliru lagi dalam menyikapi mitos tentang coklat. Bisa juga diartikan bahwa kita tidak perlu mempunyai rasa takut yang berlebihan. Selanjutnya, kita akan berkata “Coklat? Why not?”.

COKLAT pada umumnya berwarna gelap, warna susu atau putih dengan mengandung coklat asli yang ditambah dengan warna coklat. Coklat terdiri dari sejumlah material dan melalui berbagai proses pembuatan makanan. Coklat berasal dari biji pohon coklat/kakao. Bagi penduduk asli di dataran rendah tropis  di Amerika, pohon coklat telah ditanam dan diolah selama kurun waktu 3000 tahun sebagaimana di Amerika Selatan dan Mexico. Penduduk Maeso Amerika juga membuat berbagai macam coklat, termasuk penduduk Maya dan Aztecs. Di sana coklat dikenal dengan nama “XOCOLATL”, yaitu sebuah kata dari bangsa Nahuatl yang juga disebut “bitter water” (sebuah merk bir yang sangat terkenal di Inggris) yang berarti air yang mengandung sejenis alkohol.

Biji buah coklat yang mengandung alkohol berkadar tinggi difermentasikan untuk membuat semacam tepung. Dan produk yang dihasilkan itu dikenal sebagai coklat.

Coklat dikonsumsi setiap hari, dengan kombinasi isi coklat asli, lemak, mentega, dan gula. Coklat menjadi salah satu makanan paling populer di dunia. Coklat dibentuk dan dibungkus dengan kertas timah dalam berbagai macam bentuk yang berbeda. Untuk berbagai keperluan, misalnya pada hari-hari tradisional atau hari-hari libur khusus coklat dibuat dalam aneka bentuk; coklat berbentuk kelinci dibuat pada hari Paskah mendampingi telur yang memang sudah populer pada  hari itu; coklat berbentuk koin, Santa Claus, dan simbol-simbol lain pada hari Natal; dan coklat dengan simbol hati populer pada hari Valentine atau yang lebih dikenal sebagai hari kasih sayang. Karena coklat sangat nikmat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, maka dibuat pula jenis produk minuman susu coklat

Coklat mengandung alkaloid, yaitu “theo­bro­mine” dan “phenethylamine”, yang mempunyai efek psikologis pada tubuh. Selain itu juga sa­ngat berhubungan dengan otak pada level “serotonin”. Para ilmuwan mengemukakan bahwa coklat jika dikonsumsi dengan tidak berlebihan dapat menurunkan tekanan darah, dan mampu menetralkan racun pada binatang.[]  

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Bestsellers
Pesan, Tanda, dan Makna
Rp120.010,00 Rp108.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Elemen-elemen Semiologi
Rp58.010,00 Rp52.209,00
Berdasarkan pada 1 review.
Feminist Thought
Rp130.010,00 Rp117.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Dominasi Maskulin
Rp56.010,00 Rp50.409,00
Catatan Harian Anne Frank
Rp81.020,00 Rp72.918,00
Imaji/Musik/Teks
Rp67.010,00 Rp60.309,00
Jalasutra © 2017 - Designed By Yoocart
View Mobile / Standard