Global Warming for Beginner

Global Warming for Beginner
Kode Produk: Sosial
Point Reward: 0
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp28.000,00 Rp25.200,00
Tanpa Pajak: Rp25.200,00
Jml:  Beli
   - ATAU -   
Judul : Global Warming for Beginner
Editor : Dadang Rusbiantoro
Cetakan : I, 2008
Tebal : 115 halaman
Ukuran : 15 x 21 cm
ISBN : 979-17343-0-1
Penerbit: O2
 

Pemanasan global adalah meningkatnya temperatur suhu rata-rata di atmosfer, laut dan daratan di bumi Penyebab dari peningkatan yang cukup drastis ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam sejenisnya, yang tidak dapat diperbaruhi. Salah satu fakta yang cukup membuat hati kita menjadi resah adalah mencairnya es di kutub utara dan selatan yang menyebabkan kenaikan air laut dan gelombang pasang. Banyak pulau yang tenggelam dan garis pantai yang menghilang dengan kenaikan air laut sekitar 20 kaki (6 m) dan mengakibatkan sekitar 100 juta orang hidup dalam pengungsian, sekitar 405.000 hektar daratan Indonesia dan ribuan pulau kecil akan tenggelam dan 14.000 desa di wilayah pesisir akan hilang pada tahun 2015. Dari catatan temparatur sejak tahun 1880 menunjukan 10 tahun terpanas yang pernah tercatat dan semuanya terjadi pada empat belas tahun terakhir ini. Seluruh dunia saat ini juga merasakan perubahan ini dengan semakin panjangnya musim panas dan semakin pendeknya musim hujan, Selain itu, semakin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia atau meningkatnya suhu udara yang sangat ekstrem di berbagai tempat. Suhu yang semakin menghangat ini juga menyebabkan daerah endemik makhluk-mahluk parasit meluas seperti berjangkitnya penyakit malaria Narobi dan Kenya. Punahnya berbagai macam spesies termasuk beruang kutub.

Penghasil terbesar dari pemanasan global ini adalah negera-negera industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll yang berada di belahan bumi utara. Pemanasan global ini dapat terjadi karena pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan yang kebanyakan adalah negara berkembang. Negara-negara kaya di dunia akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya ebaliknya negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai menuju ke daerah yang lebih tinggi atau di pegunungan. Di sinilah ketidak adilan iklim ketika negara-negara maju menolak mengurangi emisinya dan hanya mau mengeluarkan uangnya yang cukup besar untuk mekanisme penyerapan karbon di negara berkembang dan perdangan karbon dengan menjaga hutan tropisnya.

Oleh karena itu, kita harus mencari energi alternatif yang mampu menggantikan bahan bakar fosil, yaitu menggunakan energi dari tenaga matahari, angin, dan air. Selain itu, kita bisa menggunakan moto tiga R dari Profesor Wanagari Maatai sebagai Menteri Lingkunga: Reduce, Reuse, dan Recycle (Kurangi, Gunakan kembali, dan Daur ulanglah!) dalam kehidupan kita sehari, sehingga kita mampu mengurangi emisi dari gas rumah kaca dan menghemat energi.

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Bestsellers
Pesan, Tanda, dan Makna
Rp120.010,00 Rp108.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Elemen-elemen Semiologi
Rp58.010,00 Rp52.209,00
Berdasarkan pada 1 review.
Feminist Thought
Rp130.010,00 Rp117.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Dominasi Maskulin
Rp56.010,00 Rp50.409,00
Catatan Harian Anne Frank
Rp99.000,00 Rp72.918,00
Imaji/Musik/Teks
Rp67.010,00 Rp60.309,00
Jalasutra © 2017 - Designed By Yoocart
View Mobile / Standard