Darah-Daging Sastra Indonesia

Darah-Daging Sastra Indonesia
Kode Produk: Kritik Sastra
Point Reward: 0
Ketersediaan: Out Of Stock
Harga: Rp39.100,00 Rp33.235,00
Tanpa Pajak: Rp33.235,00
Jml:  Beli
   - ATAU -   

 

Judul: Darah-Daging Sastra Indonesia
Penulis: Damhuri Muhammad
ISBN: 978-602-8252-34-8
Ukuran: 15 x 21 cm
Tebal: xii + 168 hlm
Terbit: 13 Maret 2010
 
 
Membaca teks sastra tidak sebatas menikmati, tapi juga menyingkap makna tersembunyi hingga dapat dimengerti, dihayati, diinterpretasi. Maka, bermula pula kebutuhan terhadap disiplin ilmu yang lazim disebut Kritik Sastra. Rene Wellek (1978) menjelaskan, Kritik Sastra merupakan studi yang langsung berhadapan dengan karya sastra, membicarakan karya sastra dengan penekanan pada penilaian. Tapi, membaca dan menilai karya sastra bukan pekerjaan mudah. Karena itu, perlu pengetahuan sistem kode yang cukup rumit, kompleks, dan beraneka. (A.Teeuw, 1991). 
 
Dalam Simposium Kritik Seni (2005), Suminto A. Sayuti menegaskan, Kritik Sastra mesti disiapkan dalam kerangka instrumental, regulatif, interaktif, dan representatif. Instrumental artinya, tulisan kritis disiapkan untuk mencapai pemahaman terhadap karya yang dibicarakan. Regulatif berarti, tulisan kritis perlu dilengkapi dengan sesuatu yang bisa mengendalikan penulis dan pembaca. (Penulis bisa mengambil manfaat demi penulisan berikutnya; pembaca terdorong membaca langsung karya yang dibicarakan). Kerangka interaktif terkait secara regulatif, bahwa tulisan kritis mestinya mampu menyituasikan hubungan triadik dalam sastra (kreator, teks, dan pembaca). Dan, kerangka representatif berarti, tulisan kritis sepatutnya memberikan gambaran jelas mengenai realitas literer yang tersaji dalam karya yang dibicarakan, bukan sebaliknya. (Kompas, 23/06/05).
 
Ketidakselarasan antara sosok Kritikus Sastra semestinya dengan Kritikus Sastra ‘apa adanya’ (das sollen), pada gilirannya menciptakan risiko “pisau bermata dua”. Kemalasan menyelami teks sampai pada ceruk terdalamnya, seperti dicemaskan Mudji Sutrisno (Kompas, 24/04/05), dapat menggelincirkan pengamat sastra pada penyembelihan teks dengan pisau arogansi dan kesemena-menaan subyektif di satu sisi, atau pada permisivisme yang membolehkan apa saja yang gila, abnormal, aneh sebagai estetika di sisi lain. Menyikapi sentimentalisme, kecurigaan, dan penghujatan sebagaimana yang diperlihatkan oleh oknum esais dan pengamat sastra itu, alih-alih meniscayakan mereka sebagai Kritikus Sastra, tapi patut dicurigai sebagai ‘tikus-tikus’ sastra. Hama perusak aneka ‘tanaman’ yang bersitumbuh di ladang sastra. Bila ladang sastra masih akan ditanami aneka ragam tanaman, dipupuk, tentu dengan harapan kelak bakal berbuah karya-karya berselera tinggi, maka tikus-tikus itu harus segera “dibasmi”!
 
Sejumlah esai yang terbuhul dalam buku ini ditulis dalam situasi gamang lantaran kesemena-menaan subyektif yang kian menjauhkan jagat sastra dari harapan pada peran Kritikus Sastra yang kompeten mengelupaskan ‘kulit’ pada setiap ‘tubuh’ teks hingga kedalaman jelajah tematik dan eksplorasi estetiknya dapat diraih. Penulis tidak tahu, apakah esai-esai yang tersuguh dapat memberikan warna yang lebih lembut dan sejuk, atau justru terjerumus menjadi bagian dari kepongahan yang meresahkan itu. Namun, sedapat-dapatnya, perbincangan dihidangkan dengan tak berkata sudah, dan selalu terbuka untuk diperdebatkan di meja polemik, hingga pembacaan demi pembacaan di ranah sastra, pada akhirnya dapat berlabuh di kedalaman yang semestinya. Selamat membaca!

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Bestsellers
Pesan, Tanda, dan Makna
Rp120.010,00 Rp108.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Elemen-elemen Semiologi
Rp58.010,00 Rp52.209,00
Berdasarkan pada 1 review.
Feminist Thought
Rp130.010,00 Rp117.009,00
Berdasarkan pada 1 review.
Dominasi Maskulin
Rp56.010,00 Rp50.409,00
Catatan Harian Anne Frank
Rp81.020,00 Rp72.918,00
Imaji/Musik/Teks
Rp67.010,00 Rp60.309,00
Jalasutra © 2017 - Designed By Yoocart
View Mobile / Standard