Jalasutra
Cari Buku
;
 
Jalasutra

Secara harfiah, kata Jalasutra terdiri atas dua kata: jala dan sutra. Gabungan keduanya merujuk pada sebuah entitas yang bisa digunakan untuk menjaring gagasan dan pemikiran yang orisinal, relevan, kaya, kritis, dan membawa nilai kebaruan, yang tersebar dalam dunia wacana di Indonesia.

Penerbit Jalasutra sudah mengembangkan ranah garapan ke pelbagai bidang: seni, desain, komunikasi, politik, feminisme, sains, teori dan kritik sastra, psikologi, dan kajian sosial. Dalam dunia sastra, Jalasutra juga melebarkan sayap dengan menerjemahkan karya sastra dunia dan karya para pemenang nobel.

 
Untitled Document
Kategori
Berita
Buku Baru
 
 
Detail Buku
Irama Visual; Dari Toekang Reklame Sampai Komunikator Visual
Penulis
: Tim Penulis Prodi DKV ISI FSR ISI Yogyakarta dan Studio Diskom
Tahun Terbit
: 2009
Cetakan Ke
: II,
Kategori
: Desain
Divisi
: Jalasutra
Best Seller
: Ya
Halaman
: 220
Harga
: 42000
Ukuran
: 15x21
ISBN
: 978-602-8252-25-6
Resume
Seonggok gambar hanya bisa menarik perhatian, bila ia mampu memberikan dan melukiskan informasi; mengejutkan dan membangkitkan gairah; serta menukik kepada suatu hal. Ketertarikan ini pada level selanjutnya akan mengantarkan kita kepada pengalaman teknis, lalu beranjak ke pengalaman estetis, pengalaman komunikastif, bahkan pengalaman konsumtif. Oleh sebab itu, komunikasi visual senantiasa dituntun untuk menggunakan cara berkomunikasi yang “berseni”. Apalagi, sesuatu yang estetis lebih mungkin dan nyaman untuk dikonsumsi. Hal ini menuntut para desainer untuk lebih mengembangkan nalar kreatif demi mencapai tanda-tanda komunikasi visual yang berkualitas. Karena ia berkewajiban mengomunikasikan diri dengan masyarakat yang kian berbudaya visual. “Prinsip-prinsip dasar tata rupa… perlu dipelajari, tetapi selanjutnya jangan sampai membelenggu…. Sehingga tidak harus diikuti secara patuh, bahkan bisa… tidak diikuti sama sekali jika dianggap membelenggu kreativitas” Sadjiman Ebdi Sanyoto, penulis Nirmana, Dasar-dasar Seni dan Desain. “Kualitas layanan Desain Komunikasi Visual memang bukan semata-mata bergantung pada seni, namun kejadiran seni telah menjadikan DKV menjadi lebih bernilai, berharga, dan bermakna.” Umar Hadi
Belum ada Komentar pada buku ini
Beri Komentar
 Nama *
 
Untitled Document